Cara Membuat Skill OpenCode Interaktif: Kondisikan AI Wawancara Anda Sebelum Menulis Kode

Cara Membuat Skill OpenCode Interaktif: Kondisikan AI Wawancara Anda Sebelum Menulis Kode

Skill OpenCode adalah modul kemampuan tambahan berbasis modular atau kustom yang diajarkan kepada asisten coding AI (seperti OpenCode) agar dapat menjalankan tugas spesifik, merapikan alur kerja, atau memicu tindakan otomatis di dalam proyek perangkat lunak Anda.
Apa itu OpenCode?
  • Definisi: Asisten pemrograman AI berbasis open-source (sumber terbuka) yang berjalan di terminal atau antarmuka baris perintah (CLI).
  • Fungsi: Menghubungkan berbagai model AI yang sudah ada (seperti Claude, GPT, Gemini, DeepSeek) langsung ke direktori file dan kode proyek Anda untuk mencari bug, menulis ulang kode, atau refactor.
Cara Kerja Membuat "Skill" untuk AI di OpenCode
Membuat skill berarti menyusun instruksi terstruktur agar model AI dapat mengenali kata kunci (trigger keyword), lalu mengeksekusi tugas secara otomatis sesuai standar yang Anda tentukan.
  • Struktur File: Skill biasanya terdiri dari direktori berisi file utama bernama SKILL.md disertai skrip atau referensi pendukung jika diperlukan.
  • File SKILL.md: Berisi petunjuk operasional, langkah kerja, serta parameter yang dibaca oleh agen AI saat pengguna memanggil perintah tertentu.
  • Contoh Penerapan:
    • Anda membuat skill spesifikasi teknis (technical specification).
    • Saat Anda mengetik kata kunci "buat spesifikasi teknis" di terminal, OpenCode akan memanggil skill tersebut, menanyakan detail teknologi yang dipakai (seperti Next.js atau MySQL), lalu menyusun dokumen perencanaannya secara otomatis.
Jika Anda tertarik, beri tahu saya:
  • Bahasa pemrograman atau framework apa yang sedang Anda gunakan dalam proyek?
  • Apakah Anda ingin dibuatkan contoh draf file SKILL.md untuk otomatisasi tertentu?
Saya dapat membantu menyusun panduan praktisnya langkah demi langkah.
Jika Anda ingin melihat perbandingan visual dan cara kerja DeepSeek Harness sebagai alat coding AI terbaru, Anda bisa menonton tutorial berikut:
2m
DeepSeek Harness Tutorial: A New Weapon for AI Coding?
10 rb tampilan · 1 bulan yang lalu
YouTube · Dirumahrafif
Ya, OpenCode dan DeepSeek Harness (DSH) sangat mirip dalam hal kategori produk. Keduanya adalah AI coding agent harness / runtime (alat pengendali agen AI) berbasis open-source dengan lisensi MIT. Tugas utama keduanya adalah menghubungkan AI model dengan komputer lokal Anda agar AI bisa membaca file, mengedit kode, dan menjalankan perintah terminal (shell).
Meskipun tujuannya sama, keduanya memiliki filosofi desain dan target pengguna yang berbeda:
Perbandingan Singkat: OpenCode vs DeepSeek Harness
DimensiOpenCodeDeepSeek Harness (DSH)
KreatorAnomalyDeepSeek AI
Konsep UtamaHeadless server yang siap pakai untuk terminal, web, atau ekstensi IDE."Everything is a plugin" (Semua komponen adalah plugin).
Kematangan SistemLebih stabil, versi rilis sudah matang (v2.0), cocok untuk kerja harian.Masih dalam tahap Developer Preview (v0.1.x) dan sering mengalami breaking changes.
Konektivitas ModelMendukung lebih dari 75 penyedia model (Ollama, LM Studio, Claude, dll.).Fokus utama pada ekosistem DeepSeek, dukungan lokal pihak ketiga masih terbatas.
Antarmuka (UI)Berfokus pada Terminal UI (CLI) yang cepat dan hemat resource.Berfokus pada Web UI lewat browser (menggunakan npx).

Perbedaan Filosofi yang Perlu Anda Tahu
1. Arsitektur Komponen (Ekstensi vs Rekomposisi)
  • Di OpenCode, Anda membuat "Skills" berupa file Markdown atau skrip untuk menambahkan kemampuan baru di atas sistem yang sudah jadi.
  • Di DeepSeek Harness, sistemnya menggunakan kerangka kerja (kernel) bernama Cordis. Di sini, bukan cuma skill-nya saja yang berupa plugin, tetapi agen pemikirnya (agent loop), sistem sandbox keamanan, penyimpanan sesi, hingga AI modelnya sendiri diperlakukan sebagai plugin yang bisa dicopot dan diganti total sesuai keinginan Anda.
2. Keamanan dan Kendali File (Containment)
  • OpenCode menggunakan aturan perizinan standar (allow/ask/deny) saat AI ingin menyentuh file Anda.
  • DeepSeek Harness membawa sistem keamanan tingkat OS (OS-level sandbox seperti Landlock/Bubblewrap di Linux atau Seatbelt di macOS) untuk mengisolasi kode secara ketat agar AI tidak merusak sistem utama komputer.
3. Kecepatan dan Efisiensi Kerja
Berdasarkan uji coba komunitas di dunia nyata, OpenCode cenderung lebih cepat, melakukan panggilan perintah (tool calls) yang lebih efisien, dan langsung siap dipakai untuk tim yang mengejar deadline proyek. Sebaliknya, DeepSeek Harness sangat disukai oleh para peneliti infrastruktur AI karena arsitekturnya yang revolusioner dan biaya tokennya yang sangat murah jika dipadukan dengan model DeepSeek V4.
Untuk membantu Anda memilih alat yang tepat, boleh tahu:
  • Apakah Anda berencana menggunakan alat ini untuk menyelesaikan tugas coding sehari-hari, atau untuk eksperimen membangun sistem agen AI sendiri?
  • Model AI apa yang ingin Anda gunakan (apakah model lokal/open-weight atau model cloud seperti Claude/OpenAI)?
Untuk menggunakan DeepSeek V4 (seperti DeepSeek V4.1 Flash atau DeepSeek V4 Pro) di dalam OpenCode, Anda bisa memilih dua jalur utama: menggunakan fitur integrasi langsung (bawaan resmi) atau menggunakan Custom Provider jika Anda memakai routing proxy pihak ketiga.
Sebelum memulai, pastikan OpenCode Anda sudah diperbarui ke versi terbaru untuk menghindari bug pemetaan ID model.

Cara 1: Menggunakan Jalur Resmi Bawaan (Rekomendasi)
Ini adalah cara tercepat jika Anda sudah memiliki API Key resmi langsung dari DeepSeek API Platform.
  1. Simpan Kredensial / Login:
    Buka terminal Anda dan jalankan perintah otentikasi berikut:
    bash
    opencode auth login
    
    Gunakan kode dengan hati-hati.
    Pilih opsi Other, masukkan ID penyedia dengan mengetik deepseek, lalu tempel (paste) API Key DeepSeek Anda.
  2. Hubungkan via Terminal (Alternatif Cepat):
    Jika Anda sudah masuk ke sesi terminal OpenCode, Anda juga bisa langsung mengetikkan perintah interaktif ini di dalam kolom input:
    text
    /connect
    
    Gunakan kode dengan hati-hati.
    • Ketik deepseek dan tekan Enter.
    • Masukkan API Key DeepSeek Anda saat diminta.
  3. Pilih Model DeepSeek V4:
    Setelah terhubung, ketik perintah berikut untuk membuka menu pemilih model:
    text
    /models
    
    Gunakan kode dengan hati-hati.
    Pilih salah satu varian V4 yang tersedia, seperti deepseek-v4.1-flash (untuk pengeditan kode cepat dan hemat token) atau deepseek-v4-pro (untuk penalaran logika arsitektur yang kompleks).

Cara 2: Menggunakan Custom Provider (Melalui Proxy seperti 9Router / Token Harbor)
Jika Anda memanfaatkan platform agregator seperti Token Harbor atau 9Router untuk mendapatkan kuota gratis atau manajemen biaya yang lebih murah, Anda bisa menambahkannya secara manual di file konfigurasi OpenCode (opencode.json).
  1. Buka file konfigurasi global OpenCode Anda di ~/.config/opencode/opencode.json (atau opencode.json di direktori utama proyek Anda).
  2. Tambahkan blok penyedia kustom (custom provider) di dalam file tersebut:
json
{
  "providers": {
    "custom_proxy": {
      "api_base": "https://tokenharbor.com", 
      "api_key": "TEMPEL_API_KEY_PROXY_ANDA_DISINI",
      "models": [
        {
          "id": "deepseek-v4.1-flash",
          "name": "DeepSeek V4.1 Flash",
          "context_length": 128000
        }
      ]
    }
  }
}
Gunakan kode dengan hati-hati.
(Catatan: Sesuaikan bagian api_base dengan dokumentasi URL proxy yang Anda gunakan).
  1. Restart OpenCode secara penuh agar konfigurasi JSON yang baru dapat dimuat ulang dengan sempurna.

Tips Tambahan Saat Menjalankan Tugas Coding
Saat DeepSeek V4 aktif, Anda bisa mengatur tingkat kedalaman berpikir (reasoning effort) dari model ini menggunakan flag khusus di OpenCode agar hasilnya lebih akurat saat memecahkan masalah algoritma yang rumit:
text
/effort max
Gunakan kode dengan hati-hati.
Gunakan nilai /effort high untuk interaksi pengodean harian secara cepat, dan gunakan /effort max jika Anda meminta OpenCode melakukan refactoring berskala besar pada proyek Anda.
Apakah Anda ingin melanjutkan dengan instalasi menggunakan CLI Terminal atau Ekstensi VS Code? Jika mengalami kendala eror seperti "provider not found", beri tahu saya agar kita bisa memeriksa struktur file opencode.json Anda.
Berikut adalah draf artikel siap pakai dengan gaya bahasa yang santai, trendi, dan relevan untuk anak skena teknologi, tanpa pembuka atau penutup yang kaku.

Mengapa OpenCode adalah ‘Vibes Coding’ Terbaik yang Harus Anda Coba Sekarang
Dunia software engineering belakangan ini dipenuhi dengan istilah agen AI. Ada GitHub Copilot, Cursor, hingga DeepSeek Harness. Namun, jika Anda mencari alat yang tidak hanya pintar, tetapi juga memberikan vibes coding yang estetik, fleksibel, dan memegang kendali penuh, OpenCode adalah jawabannya.
Bagi para developer yang peduli dengan estetika alur kerja (aesthetic workflow), OpenCode bukan sekadar alat bantu ketik otomatis. Ini adalah cara baru menikmati proses menulis kode. Berikut adalah alasan mengapa OpenCode wajib masuk ke dalam ekosistem produktivitas Anda.
1. Estetika Terminal yang Minimalis dan Memuaskan
Bagi sebagian besar programmer, terminal adalah rumah kedua. Ada kepuasan tersendiri saat melihat baris perintah dieksekusi dengan cepat tanpa perlu menyentuh mouse.
  • CLI-First Experience: OpenCode dirancang dengan antarmuka baris perintah (CLI) yang sangat bersih.
  • Fokus Penuh (Zero Distraction): Berbeda dengan Web UI yang penuh tab browser atau sidebar IDE yang ramai, OpenCode menjaga layar Anda tetap bersih. Anda bisa fokus pada kode dengan suasana (vibes) ala hacker yang sinematik.
2. Bebas Memilih 'Otak' AI Sesuai Mood dan Kebutuhan
Salah satu hal paling membuat frustrasi dari alat coding AI konvensional adalah sifatnya yang mengunci pengguna ke satu ekosistem (vendor lock-in). OpenCode mendobrak batasan tersebut.
  • Multi-Model Support: Anda bisa menghubungkan OpenCode ke lebih dari 75 penyedia model AI.
  • Ganti Model Instan: Sedang butuh refactoring arsitektur besar yang butuh penalaran kuat? Panggil Claude atau OpenAI. Ingin coding cepat dengan biaya super murah dan hemat token? Cukup ketik /connect deepseek untuk beralih ke DeepSeek V4. Semuanya terjadi dalam hitungan detik langsung dari terminal Anda.
3. Kendali Penuh di Tangan Anda (Anti-Ribet)
Banyak agen AI modern yang terlalu 'agresif' mencoba mengambil alih seluruh proyek, yang justru sering kali merusak struktur kode yang sudah rapi. OpenCode membawa vibes kolaborasi yang seimbang.
  • Sistem Perizinan Jelas: Setiap kali AI ingin membaca file, mengedit dokumen, atau menjalankan perintah shell, OpenCode akan meminta konfirmasi Anda (allow/ask/deny).
  • Asisten, Bukan Bos: Anda tetap memegang kendali penuh atas kode Anda, membuat sesi coding terasa seperti bekerja bersama rekan kerja (pair programming) yang sangat penurut dan genius.
4. Fitur "Skills" yang Sangat Modular
Inilah bagian terbaik yang membuat OpenCode sangat disukai oleh komunitas open-source. Anda bisa mengajarkan kebiasaan (habit) atau standar penulisan kode Anda sendiri kepada AI ini melalui fitur Skills.
  • Kustomisasi via Markdown: Cukup buat file dokumen SKILL.md berisi instruksi kerja khusus—misalnya standar pembuatan dokumentasi API atau aturan testing menggunakan Jest.
  • Otomatisasi Unik: Saat Anda memanggil kata kunci tersebut, OpenCode akan langsung mengeksekusi tugas sesuai dengan gaya dan standar unik proyek Anda. AI ini benar-benar beradaptasi dengan vibes cara kerja Anda, bukan sebaliknya.
Kesimpulan
Jika Anda bosan dengan alat AI yang kaku dan ingin mengembalikan kesenangan coding di terminal dengan fleksibilitas tanpa batas, OpenCode adalah pilihan utama. Alat ini berhasil menggabungkan kekuatan kecerdasan buatan modern dengan kultur developer klasik yang minimalis dan efisien.

Apakah Anda ingin saya menyesuaikan artikel ini ke gaya bahasa yang lain, seperti:
  • Gaya profesional/formal untuk kebutuhan portofolio atau LinkedIn?
  • Gaya tutorial teknis yang menyertakan langkah instalasi lengkap?
Silakan beri tahu aspek mana yang ingin Anda tekankan lebih dalam!
OpenCode menawarkan pengalaman coding berbasis terminal yang minimalis dengan dukungan multi-model AI untuk fleksibilitas maksimal tanpa vendor lock-in. Alat ini memberikan kendali penuh melalui sistem perizinan yang transparan serta fitur modular "Skills" berbasis Markdown untuk menyesuaikan alur kerja developer. Anda dapat menggunakan artikel siap salin tersebut langsung pada editor CMS Anda.
Untuk membuat Skill OpenCode pada proyek web app, Anda hanya perlu membuat sebuah direktori khusus berisi file dokumentasi Markdown (SKILL.md). File ini berfungsi sebagai cetak biru (blueprint) instruksi agar AI OpenCode tahu persis teknologi, arsitektur, dan standar pengodean yang Anda gunakan.
Berikut adalah langkah praktis dan contoh draf file yang bisa Anda salin dan sesuaikan langsung ke dalam proyek Anda.

Langkah 1: Buat Struktur Folder Skill
Di dalam direktori utama (root) proyek web app Anda, buat folder baru dengan nama .opencode/skills/nama-skill/.
bash
mkdir -p .opencode/skills/web-app-builder
cd .opencode/skills/web-app-builder
touch SKILL.md
Gunakan kode dengan hati-hati.

Langkah 2: Isi File SKILL.md (Gunakan Template Ini)
Buka file SKILL.md menggunakan kode editor Anda dan isi dengan struktur instruksi terstruktur berikut.
markdown
# Skill: Web App Components Builder

## Deskripsi
Skill ini digunakan untuk membuat komponen UI, halaman baru, API routes, dan mengintegrasikan state management pada aplikasi web sesuai dengan standar arsitektur proyek.

## Triggers
- "buat komponen UI "
- "buat halaman baru "
- "buat api route "
- "tambahkan integrasi state "

## Tech Stack Proyek
- **Framework:** Next.js 15 (App Router)
- **Bahasa:** TypeScript
- **Styling:** Tailwind CSS + Shadcn UI
- **State Management:** Zustand
- **Database / ORM:** Prisma + PostgreSQL

## Aturan Pengodean (Coding Standards)
1. **Komponen UI:** 
   - Harus berupa Client Component (`"use client"`) hanya jika menggunakan hook seperti `useState` atau `useEffect`. Jika tidak, gunakan Server Component secara default.
   - Gunakan TypeScript *interface* untuk mendefinisikan Props secara eksplisit.
   - Semua komponen baru harus disimpan di direktori `@/components/ui/` atau `@/components/shared/`.

2. **Styling & Estetika:**
   - Gunakan utility classes dari Tailwind CSS. Jangan gunakan inline-style CSS bawaan HTML.
   - Pastikan desain responsif (minimal mendukung breakpoint `md:` untuk tablet dan `lg:` untuk desktop).

3. **API Routes:**
   - Semua rute API harus diletakkan di dalam folder `app/api/`.
   - Wajib menyertakan *error handling* dengan blok `try-catch` dan mengembalikan respons berformat JSON yang konsisten: `{ success: boolean, data?: any, error?: string }`.

## Langkah Kerja AI (Execution Pipeline)
1. **Analisis Konteks:** Periksa apakah file target yang diminta pengguna sudah ada atau belum.
2. **Konfirmasi Struktur:** Berikan draf rancangan struktur kode kepada pengguna di terminal sebelum menulis ke file asli.
3. **Generasi Kode:** Tulis kode yang bersih, tanpa komentar penjelasan yang terlalu panjang di dalam file, dan patuhi semua "Aturan Pengodean" di atas.
4. **Validasi Impor:** Pastikan semua *path* impor komponen (`@/...`) valid dan sesuai dengan konfigurasi `tsconfig.json`.
Gunakan kode dengan hati-hati.

Langkah 3: Cara Mengaktifkan dan Menggunakan Skill
  1. Muat Ulang OpenCode:
    Buka terminal proyek Anda dan jalankan atau segarkan sesi OpenCode agar ia membaca folder .opencode/ yang baru.
    bash
    opencode reload
    
    Gunakan kode dengan hati-hati.
  2. Panggil Skill Anda di Terminal:
    Sekarang Anda bisa langsung memerintahkan AI menggunakan frasa trigger yang sudah Anda tentukan di file Markdown tadi. Contohnya:
    • "opencode buat komponen UI ButtonSubmit dengan animasi loading"
    • "opencode buat halaman baru dashboard/analytics"
OpenCode secara otomatis akan membaca aturan pada SKILL.md Anda, memilih stack Next.js + TypeScript + Tailwind, lalu menulis kodenya dengan rapi ke dalam folder proyek Anda tanpa perlu diingatkan berulang kali.
Beri tahu saya jika Anda ingin menyesuaikan contoh di atas:
  • Apa framework dan library spesifik yang Anda gunakan (misal: React, Vue, Express, atau Laravel)?
  • Apakah Anda membutuhkan skrip otomatisasi tambahan (seperti skrip bash otomatis) untuk dijalankan bersama skill ini?
Untuk membuat AI OpenCode bertindak proaktif seperti seorang Business Analyst atau System Architect yang melakukan wawancara sebelum menulis kode, Anda harus mendesain alur kerja agen (agent loop) menggunakan metode Interactive Step di dalam file SKILL.md.
Berikut adalah struktur folder dan isi template file SKILL.md yang dirancang khusus untuk mewajibkan AI melakukan tanya jawab (interogasi) terlebih dahulu kepada Anda.

Langkah 1: Setup Direktori Skill
Buat folder baru untuk menampung konfigurasi skill wawancara ini:
bash
mkdir -p .opencode/skills/interactive-web-scaffolder
cd .opencode/skills/interactive-web-scaffolder
touch SKILL.md
Gunakan kode dengan hati-hati.
Langkah 2: Isi File SKILL.md (Gunakan Template Interaktif Ini)
Salin seluruh kode Markdown di bawah ini ke dalam file SKILL.md Anda. Kunci utama agar AI tidak langsung menulis kode berada pada bagian Execution Pipeline (Langkah Kerja).
markdown
# Skill: Interactive Web Application Architect

## Deskripsi
Skill ini memaksa AI untuk bertindak sebagai Arsitek Perangkat Lunak interaktif. AI DILARANG KERAS langsung menulis kode sebelum menyelesaikan sesi tanya jawab untuk mengumpulkan detail spesifikasi aplikasi web dari pengguna.

## Triggers
- "bangun web app baru"
- "buatkan boilerplate proyek aplikasi web"
- "inisialisasi aplikasi web kustom"

## Kriteria Wawancara (Kuesioner Wajib AI)
Sebelum membuat file atau menulis kode apa pun, AI harus menanyakan poin-poin berikut satu per satu (atau dikelompokkan secara rapi) kepada pengguna:

1. **Tech Stack Preferensi:** Apakah ingin menggunakan Next.js, React SPA (Vite), Vue, atau Vanilla JS? Apakah menggunakan TypeScript atau JavaScript?
2. **Library UI & Styling:** Apakah ingin menggunakan Tailwind CSS, Bootstrap, Shadcn/UI, atau CSS murni?
3. **Kebutuhan Responsivitas:** Bagaimana detail layout untuk Mobile vs Desktop? (Misalnya: Apakah menu mobile menggunakan hamburger-drawer, sedangkan desktop menggunakan sidebar tetap?).
4. **Peruntukan & Fitur Utama:** Apa tujuan aplikasi ini? (E-commerce, Dashboard Admin, Landing Page, SaaS?). Apa saja fitur utama yang harus ada di halaman pertama?
5. **State Management & Data:** Apakah aplikasi ini membutuhkan integrasi API/Database (seperti Prisma/Supabase) atau cukup dengan static mockup data terlebih dahulu?

## Aturan Pengodean (Coding Standards)
- **Mobile-First Approach:** Semua komponen UI wajib menggunakan kelas utilitas responsif (misal di Tailwind: menggunakan `block md:flex` atau `w-full md:w-1/3`).
- **Clean Architecture:** Pisahkan antara logika komponen, tipe data TypeScript, dan aset visual.
- **Aksesibilitas (a11y):** Gunakan tag semantik HTML5 (`
Gunakan kode dengan hati-hati.

Cara Kerjanya Saat Anda Jalankan di Terminal
Ketika Anda membuka OpenCode di terminal dan mengetik perintah trigger:
text
opencode bangun web app baru
Gunakan kode dengan hati-hati.
Perilaku AI OpenCode akan berubah menjadi seperti ini:
"Halo! Saya adalah Arsitek Web Anda. Sebelum saya membuatkan file kode apa pun, saya perlu memahami cetak biru aplikasi yang ingin Anda bangun. Mohon berikan detail berikut..."
1. Tech Stack apa yang ingin Anda gunakan? (Contoh: Next.js + TS)
2. Library UI apa yang Anda pilih? (Contoh: Tailwind + Shadcn)
3. Bagaimana ekspektasi responsivitas Mobile & Desktop Anda?
... (dan seterusnya sesuai isi SKILL.md)
AI akan menunggu input Anda di terminal. Setelah Anda menjawab (misalnya: "Pakai Vite React, Tailwind, mobile pakai hamburger menu, desktop pakai sidebar, buatkan dashboard toko online"), AI baru akan masuk ke Fase 2 untuk merancang struktur foldernya, dan akhirnya melakukan coding di Fase 3.
Apakah Anda ingin saya menambahkan skrip otomatisasi Bash (misalnya otomatis menjalankan perintah npm init atau npx tailwindcss init langsung di komputer Anda) di dalam Fase 3 skill tersebut? Jika iya, sebutkan sistem operasi (Windows/macOS/Linux) yang Anda gunakan saat ini.
Berikut adalah draf artikel siap pakai untuk kebutuhan publikasi CMS atau blog teknis Anda. Artikel ini ditulis dengan gaya bahasa yang santai, edukatif, dan langsung ke inti pembahasan tanpa pembuka/penutup yang kaku.

Cara Membuat Skill OpenCode Interaktif: Paksa AI Wawancara Anda Sebelum Menulis Kode
Banyak developer merasa frustrasi saat menggunakan agen AI karena AI sering kali terlalu 'sok tahu'. Baru diberi perintah singkat "buatkan halaman dashboard", AI langsung menulis ratusan baris kode dengan tech stack acak, tanpa tahu apakah kodenya responsif di mobile atau apakah menggunakan pustaka (library) yang sesuai dengan proyek kita.
Jika Anda menggunakan OpenCode, Anda bisa mengatasi masalah ini secara elegan. Dengan memanfaatkan fitur Custom Skills, Anda bisa mendidik AI agar bertindak seperti seorang System Architect yang bijak: Berhenti, bertanya, lakukan wawancara detail, baru kemudian menulis kode.
Berikut adalah panduan lengkap cara membangun skill interaktif ini di proyek aplikasi web Anda.

Konsep Utama: Mengendalikan Agen AI Lewat "Execution Pipeline"
Kunci agar AI tidak langsung menulis kode terletak pada dokumen instruksi bernama SKILL.md. Kita akan membagi kerja AI menjadi tiga fase ketat: Interogasi, Konfirmasi, dan Eksekusi. AI dipaksa untuk berhenti di Fase 1 hingga pengguna memberikan jawaban yang komprehensif.
Langkah 1: Membuat Folder Skill di Proyek Anda
Buka terminal di dalam direktori utama (root) proyek web app Anda, lalu buat folder konfigurasi khusus untuk OpenCode:
bash
mkdir -p .opencode/skills/interactive-web-scaffolder
cd .opencode/skills/interactive-web-scaffolder
touch SKILL.md
Gunakan kode dengan hati-hati.
Langkah 2: Menyusun Blueprint Wawancara di SKILL.md
Buka file SKILL.md yang baru saja dibuat dengan editor kode Anda, lalu salin dan tempel (copypaste) seluruh struktur instruksi di bawah ini:
markdown
# Skill: Interactive Web Application Architect

## Deskripsi
Skill ini memaksa AI untuk bertindak sebagai Arsitek Perangkat Lunak interaktif. AI DILARANG KERAS langsung menulis kode sebelum menyelesaikan sesi tanya jawab untuk mengumpulkan detail spesifikasi aplikasi web dari pengguna.

## Triggers
- "bangun web app baru"
- "buatkan boilerplate proyek aplikasi web"
- "inisialisasi aplikasi web kustom"

## Kriteria Wawancara (Kuesioner Wajib AI)
Sebelum membuat file atau menulis kode apa pun, AI harus menanyakan poin-poin berikut satu per satu (atau dikelompokkan secara rapi) kepada pengguna:

1. **Tech Stack Preferensi:** Apakah ingin menggunakan Next.js, React SPA (Vite), Vue, atau Vanilla JS? Apakah menggunakan TypeScript atau JavaScript?
2. **Library UI & Styling:** Apakah ingin menggunakan Tailwind CSS, Bootstrap, Shadcn/UI, atau CSS murni?
3. **Kebutuhan Responsivitas:** Bagaimana detail layout untuk Mobile vs Desktop? (Misalnya: Apakah menu mobile menggunakan hamburger-drawer, sedangkan desktop menggunakan sidebar tetap?).
4. **Peruntukan & Fitur Utama:** Apa tujuan aplikasi ini? (E-commerce, Dashboard Admin, Landing Page, SaaS?). Apa saja fitur utama yang harus ada di halaman pertama?
5. **State Management & Data:** Apakah aplikasi ini membutuhkan integrasi API/Database (seperti Prisma/Supabase) atau cukup dengan static mockup data terlebih dahulu?

## Aturan Pengodean (Coding Standards)
- **Mobile-First Approach:** Semua komponen UI wajib menggunakan kelas utilitas responsif (misal di Tailwind: menggunakan `block md:flex` atau `w-full md:w-1/3`).
- **Clean Architecture:** Pisahkan antara logika komponen, tipe data TypeScript, dan aset visual.
- **Aksesibilitas (a11y):** Gunakan tag semantik HTML5 (`
Gunakan kode dengan hati-hati.

Langkah 3: Menguji Alur Kerja Interaktif di Terminal
Setelah file disimpan, buka kembali sesi terminal OpenCode Anda dan jalankan perintah penyegaran:
text
/reload
Gunakan kode dengan hati-hati.
Sekarang, coba panggil kata kunci pemicunya:
text
opencode bangun web app baru
Gunakan kode dengan hati-hati.
Hasil Akhir yang Akan Anda Lihat
AI OpenCode tidak akan langsung menghasilkan file acak. Di layar terminal, AI akan memunculkan respons interaktif seperti ini:
"Halo! Saya adalah Arsitek Web Anda. Sebelum saya membuatkan file kode apa pun, saya perlu memahami cetak biru aplikasi yang ingin Anda bangun. Mohon berikan detail berikut..."
1. Tech Stack apa yang ingin Anda gunakan? (Contoh: Next.js + TS)
2. Library UI apa yang Anda pilih? (Contoh: Tailwind + Shadcn)
3. Bagaimana ekspektasi responsivitas Mobile & Desktop Anda?
Anda cukup mengetikkan jawaban langsung di terminal (misalnya: "Pakai Vite React, Tailwind CSS, untuk mobile wajib pakai hamburger menu, desktop pakai sidebar tetap, aplikasinya untuk dashboard e-commerce"). AI akan memproses jawaban Anda, memberikan pratinjau struktur folder, dan baru mengeksekusi penulisan kode setelah Anda mengetik kata 'Lanjut'.
Kesimpulan
Dengan membatasi ruang gerak AI menggunakan Execution Pipeline yang ketat pada fitur Skills, Anda mengubah AI dari sekadar mesin ketik otomatis menjadi rekan kolaborasi (pair programmer) sejati yang memahami kebutuhan spesifik aplikasi Anda sejak baris pertama kode ditulis.


TAGS: #Coding

0 Comments

Leave a response